Rabu, 04 Juli 2012

Ibu, aku ingin gaun itu !!

***
Sabtu 24 mei 2002 , pagi yang cerah aku bergegas ke sekolah . Aku pergi tidak seperti biasanya ,kali ini aku pergi dengan semangat yang menggebu-gebu karena kerinduan akan dekapan sahabat-sahabatku tidak dapat kubendung lagi . Setibanya di sekolah ,aku disambut layaknya seorang putri yang keluar dari istana . Baru beberapa detik bertemu denganku ,mereka langsung menanyakan bagaimana keadaanku . "Aku baik-baik saja kok ."jawabku dengan ekspresi senyum ceria .Mereka pun merasa lega ketika mendengar kabar baik itu .

Bel sekolah mulai berbunyi yang menandakan kegiatan belajar mengajar akan dimulai terkecuali bagi siswa kelas IX yang saat itu sedang menunggu pengambilan ijazah mereka . Tak lama setelah bel berbunyi, wali kelasku memanggilku untuk mengumpulkan semua siswa kelas IX-D untuk berunding tentang kegiatan wisuda yang akan diadakan minggu depan nanti. Akhirnya semua temanku berkumpul di dalam kelas IX-D . Betapa bahagianya diriku saat aku melihat semua temanku duduk dan berkumpul dalam satu ruangan . Memang tak lama ini aku vakum  dari kegiatan sehari-hariku karena tragedi kecelakaan yang menimpaku sejak 3 bulan yang lalu . Aku masih mengingatnya dengan jelas bagaimana kronologi kecelakaan yang merenggut nyawa ayahku tersebut . Miris ,tangis dan tidak percaya rasanya jika mengingat kejadian itu . "Lupakan ,itu hanya masa lalumu dan jangan menangis lagi ! Lihatlah, semua orang disekitarmu ingin melihat kau tersenyum lagi ."gumamku dalam hati .
"Vik ,kamu kenapa ? Apa kamu masih sedih gara-gara tragedi itu ?"tanya Riska ,sahabat baikku . "Aku baik-baik saja kok Ris, lagipula sekarang sudah bisa menerima kenyataan itu ."jawabku dengan senyum ketegaran . "Vika jangan nangis lagi ya, kamu pasti bisa kok meskipun keadaanmu seperti ini . Aku tahu Vika yang aku kenal dulu anaknya sabar dan selalu bahgia tapi aku harap Vika yang sekarang juga sama seperti Vika yang dulu ."ujar Riska . "Makasih ya Ris selama ini kamu selalu ngasih support buat aku ,maaf jika keadaanku saat ini membuat kalian merasa tidak nyaman ."kataku sambil tersenyum menangis . "Vik, pliss jangan salahkan keadaanmu saat ini ! Vika yang dulu masih bisa berdiri tegap dengan Vika yang sekarang duduk di kursi roda tidak ada bedanya buat kita ! Seperti apapun kondisi Vika, Vika tetep saja sama dimata kita ."ujar Sasya . Aku hanya membalas ucapan mereka dengan senyum ketabahan dan tangis haruan yang melinang di pipiku . "Makasih kawan kalian sudah terlalu baik untukku ,maaf aku hanya bisa membalas ucapan kalian dengan senyum ketegaranku ."gumamku dalam hati .

Aku pun segera mengusap air mataku sebelum ibu wali kelasku memanggi namaku . "Vika Andrea"teriak ibu Tike saat memanggilku . Aku pun mencoba mendorong kursiku sendiri tetapi aku tetap saja tidak sanggup akhirnya Riska teman sebangkuku membantuku untuk mendorongnya . "Vika, apakah kamu ingin mengikuti acara wisuda kelas yang diadakan minggu depan nanti ?"tanya bu Tike . "Vika ingin ikut bu! Vika ingin foto bersama teman-teman saat acara wisuda nanti . Tolong catat nama Vika ya bu di daftar absen wisuda nanti"jawabku dengan senyum kebahagiaan . "Tentu Vika ibu akan mencatatnya nanti, tapi kalau Vika merasa tidak sanggup mengikuti acaranya Vika bilang sama ibu."ujar ibu Tike . "Iya bu, makasih bu."balasku .
Setelah berunding dengan bu Tike, aku pun pulang ke rumaah de"Ibu, lusa nanti Vika jadi ikut wisuda . Ibu jangan khawatirin keadaan Vika lagi . Vika sekarang sudah lebih baik ."kataku dengan senyum . "Tapi Vika kan masih sakit , sebaiknya Vika istirahat di rumah saja"kata bu Tio dengan raut kecemasan . "bu Tio kami selalu bantuin Vika kok ,apapun yang Vika lakuin kita pasti bantu dia"ujar Sassya . "Yasudah ,Vika boleh ikut wisuda tapi Vika jangan terlalu banyak aktivitas"kata bu Tio . Vika hanya membalas ucapan bu Tio dengan senyum kebahagiaan .

Sore hari ketika Vika sedang beristirahat ,Vika pun menyampaikan sesuatu pada ibunya bahwa saat dia pulang tadi dia melihat gaun merah yang terpajang di sebuah boutique dekat dengan sekolahannya . Ibu Vika pun membalas dengan senyuman .
3hari menjelang acara yang ditunggu-tunggu oleh Vika pun akan datang tetapi Vika masih dirundung rasa cemas karena ada satu hal yang masih belum bisa Vika capai .

Esok hari pun telah tiba .Vika berangkat ke sekolah dengan wajah yang ceria dan semangat yang menggebu-gebu . Tiba disekolah pun Vika sudah disambut dengan pertanyaan layaknya seorang selebritis yang ada di infotainment .Teman-temannya pun bertanya dengan nada yang sedikit menyindir perasaannya . Untunglah Sassya pun membisikkan kata-kata untukVika agar tdak usah mendengar omongan teman-temannya .
"Aku juga bisa kok berpenampilan seperti mereka saat acara wisuda esok !" Kata Vika . "Udahlah omongan mereka nggak usah didengerin ,kamu lebih baik jadi Vika yang seperti biasanya . Kamu lebih terlihat cantik jika kamu menjadi dirimu sendiri" Jawab Sassya .

Sementara Vika masih di sekolah , ibu Tio pun pergi ke boutique gaun yang Vika inginkan kemarin . Setelah melihatnya ibu Tio pun langsung membeli gaun tersebut untuk Vika . Ibu Tio pun menyimpan gaun merah tersebut dengan membungkus gaun tersebut dengan box dan pita yang cantik .

Bel berbunyi tanda pelajaran telah usai ,Vika pun tak sabar ingin kembali ke rumah . Dia pun meminta Sassya untuk menemani saat perjalanan pulang .Saat diperjalanan ban dari kursi roda Vika sedikit kempes ,itu membuat Sassya sedikit berat untuk mendorong kursinya .Akhirnya Sassya memompa kursi roda tersebut di tambal ban dekat rumah . Saat mengisi angin di tambal ban, entah mengapa Vika ingin sekali mencoba untuk berdiri tapi tiba-tiba tangan Vika tersrempet dengan pengendara motor yang berada disebelahnya .Dengan cepatnya pengendara tersebut kabur dan Vika pun terjatuh dengan darah yang berlumuran di kepalanya .Sassya kaget dan segera meminta pertolongan .Warga disekitar tempat kejadian pun berbondong-bondong untuk membawa Vika ke rumah sakit terdekat .

Sementara itu ,Sassya berlari menuju rumah Vika dan memberitahu bahwa Vika berada dirumah sakit karena kecelakaan yang menimpanya .Mengetahiu kabar tersebut ibu Tio pun bergegas menuju rumah sakit tersebut. Sesampainya di rumah sakit ibu Tio pun meneteskan air mata saat melihat kondisi anaknya . Saat itu datang seorang dokter yang memberikan hasil kondisi anaknya ,ibu Tio pun semakin terpukul karena hasil tersebut sangat mengcewakan .Selain itu dokter juga mengatakan bahwa didalam tubuh Vika terdapat benjolan besar dan benjolan tersebut harus segera diangkat dengan cara operasi selain itu pendarahan yang ada di tubuh Vika pasca kejadian cukup besar sehingga Vika harus menerima bantuan darah dari orang lain.

Mendengar hal tersebut ibu Tio berusaha keras untuk menolong Vika namum apadaya usaha yang dilakukan ibu Tio pun sirna dalam sekejap. Pendarahan yang cukup hebat yang terjadi di tubuh Vika membuat dia harus kehilangan nyawanya .Mengetahui kabar tersebut kerabat,sahabat,dan orang-orang yang akrab dengan Vika merasa sangat terpukul .Ibu Tio pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya .Semua orang pun menangis saat melihat tubuh Vika untuk yang terakhir kalinya sebelum masuk di peristirahatan terakhirnya .

"Hari yang ditunggu oleh Vika pun telah tiba tapi sayangnya Vika sudah tak disini lagi." gumam ibu Tio saat memegang box yang berisi gaun impian Vika .Akhirnya ibu Tio pun menyimpan box yang berisi gaun tersebut didalam lemari pakaian Vika ."Bau wewangian ini mungkin tak kan pernah hilang dan selalu ada disini untuk menemaniku sampai akhir nanti .Yaa aku sangat yakin bahwa anakku akan tetap menemaniku meskipun ditempat yang jauh."gumam ibu Tio yang kedua kalinya .
 Ibu Tio pun bergegas untuk mengambil ijazah beserta sertifikat wisuda anaknya di sekolah .Banyak dari teman Vika yang mengucapkan bela sungkawa kepada ibu Tio selain itu banyak juga guru-gurunya yang turut mengucapkan bela sungkawa .Namun ibu Tio hanya membalas ucapan mereka dengan senyum ketegaran dan kata-kata yang mengungkapkan bahwa beliau telah merelakan kepergian anak semata wayangnya .

Setelah mengambil ijazah dan sertifikat wisuda anaknya, ibu Tio pun meluangkan waktunya sejenak untuk berkunjung ke makam anaknya dan mendoakannya agar berada di temapat yang terbaik disana .Saat berada disana ibu Tio pun tak henti-hentinya meneteskan air matanya .

"Anakku, bagaimana kabarmu hari ini ? Apakah kamu baik-baik saja ? Apakah kamu sudah makan pagi hari ini ? Bagaimana dengan lingkungan barumu ?Apa kamu merasa bahagia ?Sedih ?Takut ? Tetapi ibu harap kamu bahagia disana karena ibu yakin disana kamu akan bertemu dengan ayahmu ,nenek dan kakekmu bahkan mungkin kamu juga bisa melihat surga yang kau impikan sedari dulu. Anakku, ibu sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan anak sepertimu. Anak yang cerdas, selalu bersemangat, dan tak pernah menyerah dengan keadaan. Ibu ucapkan selamat atas keberhasilan yang telah kamu capai selama ini. 3 tahun kamu bersekolah dengan keadaan seperti itu tidak pernah membuatmu menyerah untuk mencapai sesuatu yang kamu inginkan. Dan kini kamu sudah memiliki semua yang kamu inginkan. Ibu bangga denganmu nak, ibu sangat bangga denganmu!!. Maafkan ibu jika ibu tidak bisa menolongmu saat itu. Maaf jika ibu tidak bisa berbuat lebih banyak lagi untukmu. Tapi  kamu harus tahu bahwa ibu sangat menyayangimu, ibu sayang sekali sama Vika apa Vika juga sayang sama ibu ? Ibu harap Vika juga sayang sama ibu meskipun saat ini Vika sedang tidur lelap ! Vika ,ini ibu berikan sertifikat wisuda serta ijazah Vika ,Vika senang kan sekarang? Ibu harap Vika senang karena ibu juga senang melihatnya.  Jika Vika hadir saat wisuda tadi, Vika pasti yang paling cantik dengan gaun merahnya. Ibu mungkin kagum dengan penampilan Vika dengan gaun merahnya. Gaun itu memang cocok untuk Vika pakai tapi itu semua tidak mungkin, itu hanya hayalan ibu yang terlalu tinggi .
Vika apakah saat ini kau sedang merindukan ibu ? Merindukan kesabaran ibu ? Ibu harap kamu merindukan semuanya ,semua tentang ibu ,teman dan sahabatmu . Ibu sangat merindukanmu nak ! Ibu rindu sifat manjamu yang seperti anak balita ,rindu tentang nyanyianmu yang seperti burung pipit ,ibu rindu semua akan tentangmu nak .Untung saja kerinduan ibu ini bisa ibu obati dengan mengirimkan seucap do'a yang selalu ibu kirim hanya untukmu . 
Anakku bahagialah disana ,bersenang-senanglah disana bersama ayah, kakek dan nenekmu . Ibu yakin disana kamu tidak akan merasa sendiri atau malu dengan orang sekitarmu karena ibu tau saat ini kamu sudah tidak memakai kursi roda kesayanganmu lagi. Vika ,ibu pamit ,ibu pulang dulu kerumah. Maaf jika kedatangan ibu ini mengganggu tidur Vika. Tidurlah yang lelap anakku , pergi dan berbahagialah kamu disana. Disini ibu akan selalu mendoakanmu. Ibu sayang padamu Vikaa ."